Asm Atamtajani, Chris Chalik, Andrianto, Fajar Sadika, Alvian Fajar Setiawan
Batu akik pernah menjadi fenomena sosial yang menggerakkan ekonomi lokal di berbagai daerah di Indonesia. Namun ketika tren meredup, banyak sentra produksi mengalami penurunan permintaan. Di tengah perubahan preferensi wisata global yang semakin mengarah pada pengalaman kreatif dan edukatif, muncul pertanyaan baru: dapatkah industri batu akik menemukan kehidupan keduanya melalui sektor pariwisata?
Buku ini menawarkan perspektif baru dengan memposisikan batu akik bukan sekadar produk kerajinan, melainkan sebagai pengalaman wisata kreatif berbasis budaya material. Melalui pendekatan desain, pariwisata, dan ekonomi kreatif, buku ini mengkaji potensi workshop kerajinan, persepsi wisatawan, strategi branding destinasi, hingga roadmap implementasi wisata kreatif berbasis industri perhiasan tradisional.
Karya ini menghubungkan dunia kerajinan dengan pariwisata pengalaman serta menunjukkan bagaimana komunitas pengrajin dapat bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem wisata kreatif yang berkelanjutan. Buku ini menjadi referensi bagi akademisi, pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas kreatif, dan pengrajin yang ingin mengembangkan destinasi wisata berbasis kerajinan lokal.